Home / Ekonomi

Kamis, 7 Januari 2021 - 13:05 WIB

Tidak Tutup Kemungkinan Galian C Di Desa Jati Dukuh Akan Berupa Wajah Jadi Tempat Wisata

Foto.Tidak Tutup Kemungkinan Galian C Di Desa Jati Dukuh Akan Berupa Wajah Jadi Tempat Wisata

 

Mojokerto .Indexberita.com Sebagai negara yang dilimpahi kekayaan alam luar biasa, Indonesia tidak lepas dari industri pertambangan yang meliputi setidaknya 17 item, meliputi batubara, emas, biji besi, aspal, timah, batu, tanah hingga nikel dan lain-lain.

Hampir setiap lini kehidupan bangsa ini secara tidak langsung dipengaruhi sektor pertambangan dan industri turunannya yang menyumbang lapangan kerja cukup banyak.

READ  Jelang Imlek,Pengrajin Kue Keranjang di Mojokerto Sepi Pesanan

Novendri Yusdi selaku Pengelola Tambang Galian C di Dusun Dukuh mengatakan, pengelolaan tambang dan mineral memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional. Pengelolaan pertambangan mineral harus berasaskan manfaat, keadilan dan keseimbangan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan bangsa dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang.

“Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Hal ini cukup menjelaskan bahwa kekayaan sumber daya alam ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sumber daya alam perlu dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan masyarakat dan negara untuk pembangunan nasional,” ujar Novendri Yusdi.

READ  Jelang Lebaran, Ning Ita Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Lebih lanjut, Novendri Yusdi juga mengatakan, terkait tambang galian C di wilayah Mojokerto tepatnya di Dusun Dukuh, Desa Jati Dukuh, Kecamatan Jatirejo akan berubah wajah menjadi area persawahan dan tidak menutup kemungkinan menjadi tempat wisata bagi penduduk setempat karena penataan yang tepat.

READ  Warga Dusun Seketi Geruduk Lokasi Galian C, Sempat diHadang Polisi

“Inilah yang dimaksud memberi manfaat bagi masyarakat setempat, baik masa proses yang mempekerjakan warga setempat maupun setelah selesai yang mana area persawahan tersebut dapat digarap oleh warga dengan pengairan atau aliran air yang cukup untuk pertanian maupun warga yang menggunakan air sebagai kebutuhan untuk mencuci dan mandi,” tutup Novendri Yusdi.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Barracuda Tak Pantang Menyerah ,Pertanyakan Dana Reklamasi Galian C

Ekonomi

Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi, Ning Ita Dorong Perbankan dan UMKM Kota Mojokerto

Ekonomi

BPS Kabupaten Mojokerto Gandeng PWI, Wujudkan Pemberitaan Berbasis Data Akurat

Ekonomi

Kapolresta Mojokerto Bagikan 75 Paket Sembako Dan Obat-obatan Ke Warga Miskin Di Lingkungan Yayasan Mojopahit Terdampak Covid-19

Ekonomi

Ramadan Berbagi Kebahagiaan, Ning Ita Salurkan Bantuan Hibah Tempat Ibadah, Bansos Lansia dan JKK-JKM Untuk Tenaga Keagamaan

Ekonomi

Jelang Penyesuaian Harga BBM, Polres Mojokerto Kumpulkan Pemilik SPBU dan SPBE

Ekonomi

Mensos Gus Ipul Kunjungi Sekolah Rakyat Mojokerto, Pastikan Program Pendidikan untuk Keluarga Tidak Mampu Berjalan Baik

Ekonomi

Inovasi Jumat Curhat, Kapolresta Mojokerto Serap Curhatan Komunitas PKL Benpas
?>