Home / Daerah

Selasa, 6 Oktober 2020 - 12:16 WIB

Operasi Yustisi dan Rapid Test On The Spot di Jalan Raya Gedeg

Foto. Operasi Yustisi dan Rapid Test On The Spot di Jalan Raya Gedeg

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, mengimbau masyarakat untuk tidak takut menjalani prosedur rapid test sebagai salah satu langkah preventif atau pencegahan Covid-19. Pesan tersebut disampaikannya, saat memimipin operasi yustisi disertai rapid test on the spot bagi pelanggar protokol kesehatan. Operasi dilaksanakan di sekitar Jalan Raya Kecamatan Gedeg.

“Saya mohon kooperatif semuanya. Patuhi protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah. Kalau melanggar, kami terapkan rapid test di tempat. Jangan takut, upaya ini sifatnya preventif. Supaya jangan sampai terjadi apa-apa. Bukan langsung vonis atau menyatakan sakit (Covid-19). Tidak ya, bukan seperti itu. Masyarakat harus paham ini,” kata Pjs Bupati Mojokerto, Selasa (6/10) siang.

READ  Kapolresta Mojokerto Tindak Tegas Dalam Operasi Aman Nusa II Malam, Hari Ke-8 Sebanyak 1004 pelanggar

Sejumlah pengguna jalan yang kedapatan tidak bermasker, langsung ditindak oleh aparat. Sejak berlangsung pukul 09.00, sudah terjaring 10 orang pelanggar. Mereka yang terjaring kemudian diarahkan menuju ke Balai Desa Gempolkrep untuk mengikuti sidang dan rapid test di tempat. Diantara 10 orang yang terjaring, 4 orang telah mengikuti tes dan dinyatakan non-reaktif.

READ  PANGDAM V/BRAWIJAYA PANEN RAYA DI LAMONGAN

Sebelum meninjau pelaksanaan operasi yustisi, Pjs Himawan juga sempat mengunjungi RSUD R.A. Basoeni. Kunjungan dilakukan dalam rangka untuk mengetahui perkembangan penanganan pasien Covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Pada kesempatan itu, Pjs bupati berpesan kepada seluruh tenaga medis RSUD R.A. Basonei untuk memperhatikan juga psikologis pasien demi mempercepat kesembuhan pasien.

READ  Dandim 0815/Mojokerto Bersama Forkopimda Panen Raya Di Trowulan

“Jangan sampai mereka yang dirawat, merasakan penderitaan. Kita buat mereka happy. Dengan begitu imunitasnya bisa meningkat, recovery juga cepat,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan Plt direktur RSUD R.A. Basoeni Ulum Rahmat, saat ini tercatat 15 pasien telah dirawat di RS pelat merah tersebut. Para pasien mendapat perawatan dengan baik di lantai 2, 3 dan 4.(Syjm)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dengarkan Keluhan Petani, Danrem Kunjungi SP3T Jombang

Daerah

Layani Threesome, Pelajar di Sidoarjo Diberi Imbalan 300 Ribu Sekali Kencan

Daerah

Kodim 0815/Mojokerto Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Daerah

Apel Siaga Bencana, Sinergitas Forkopimda Kota Mojokerto Siapkan Tindakan Preventif 

Daerah

PUNCAK PERINGATAN HKN KE-58, WALI KOTA MOJOKERTO RESMIKAN GEDUNG BARU DUA PUSKESMAS  
Danramil 0815/16 Pacet Bekali Pelajar Mojokerto Kewaspadaan Nasional

Daerah

Danramil 0815/16 Pacet Bekali Pelajar Mojokerto Kewaspadaan Nasional

Daerah

Ribuan Masyarakat Penuhi Halaman Makorem 082/CPYJ
*Babinsa Tanjungan Koramil 0815/06 Kemlagi Bantu Petani Panen Jagung* Mojokerto, - Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815 Mojokerto, Serda Al-Idrus turun langsung ke sawah mendampingi sekaligus membantu petani memanen jagung di Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (167/09/2019). Menurut Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi, Serda Al-Idrus, kegiatan pendampingan panen jagung varietas Bis-18 berlangsung di lahan seluas 2.000 meter2 atau 0,2 hektar milik Usprani, Anggota Kelompok Tani (Poktan) Sri Tanjung, Dusun/Desa Tanjungan. Masih kata Babinsa, panen jagung yang dilakukan secara manual oleh petani sendiri bersama keluarganya tersebut diprediksikan mencapai 1,76 ton atau dalam satu hektar bisa mencapai 8,8 ton, namun demikian untuk hasil akhirnya belum diketahui karena panen masih berlangsung. Masih di lokasi panen, Usprani, pemilik lahan, sangat senang dengan hadirnya Serda Al-Idrus yang turut membantu panen jagung di lahan miliknya. Dirinya sangat bersyukur, meski kemarau panjang tanaman jagung miliknya bisa dipanen dengan hasil cukup memuaskan. Terpisah Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Arm Edi Sutrisno, mengatakan, pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan tugas tambahan, dan bagian dari upaya khusus ketahanan pangan untuk komoditas padi, jagung dan kedele atau yang populer disebut Pajale. Kehadiran Babinsa di lapangan, lanjutnya, harus memberikan nilai tambah bagi peningkatan produksi pertanian, minimil memotivasi petani agar lebih giat dalam bertani sehingga siklus pangan berlangsung secara berkelanjutan dan kebutuhan pangan di wilayah terpenuhi. “Aktivitas ini (pendampingan) bertujuan untuk membantu petani mewujudkan swasembada pangan khususnya komoditas Pajale di wilayah, sesuai yang diprogramkan pemerintah,” ungkap pria kelahiran Plandaan, Jombang.

Daerah

Babinsa Tanjungan Koramil 0815/06 Kemlagi Bantu Petani Panen Jagung
?>