Home / Daerah

Rabu, 3 Februari 2021 - 09:06 WIB

Konsisten Prokes, Kabupaten Mojokerto Zona Kuning

Foto 1

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM– Berdasarkan peta epidemilogi Covid-19 per hari Senin 1 Februari 2021 lalu, status Kabupaten Mojokerto saat ini terpantau berwarna kuning (risiko rendah sebaran Covid-19). Kabar tersebut dibagikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Sujatmiko, Rabu (3/2).

“Kabupaten Mojokerto terus melasanakan vaksinasi pencegahan Covid-19, dibarengi dengan giat operasi yustisi. Kita juga konsisten untuk sosialisasi ke masyarakat melalui faskes-faskes seperti puskesmas. Kita dorong semua untuk terus menerapkan 3 M, demi tegakknya prokes,” kata Sujatmiko.

Meski saat ini berstatus risiko rendah, Sujatmiko tetap menekankan agar kewaspadaan harus terus ada. Ini bertujuan agar masyarakat tidak lengah. Secara klinis, Sujatmiko juga menjabarkan bahwa meskipun seseorang telah mendapat vaksinasi pencegahan Covid-19, diperlukan jangka waktu tertentu terbentuknya kekebalan secara maksimal.

READ  Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari fraksi PAN Tanggapi komentar dari masyarakat akibat kebakaran di TPA Randegan 

“Meskipun zona kita mengalami perbaikan (tingkat penularan mulai turun), kita tetap harus waspada. Memang kita telah mulai vaksinasi, mereka yang menerima punya kekebalan. Namun, kekebalan maksimal di dalam tubuh itu perlu waktu. Selanjutnya, dibutuhkan pula booster yakni suntikan vaksin ke-dua setelah 14 hari dari suntikan pertama,” papar Sujatmiko.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan telah mulai melaksanakan vaksinasi serentak pencegahan Covid-19 tahap pertama mulai tanggal 28 Januari 2021 lalu. Vaksin berjenis Sinovac, selanjutnya didistribusikan secara menyeluruh pada 41 titik fasilitas kesehatan (faskes). Mulai rumah sakit hingga puskesmas se-Kabupaten Mojokerto. Setiap titik mendapatkan vaksin berbeda, menyesuaikan jumlah nakes yang terverifikasi pada aplikasi Kementrian Kesehatan sebelumnya.

Mereka yang menjadi prioritas penerima vaksin tahap pertama, adalah para nakes yang berjuang di garda depan penanggulangan Covid-19. Meliputi dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi, asisten apoteker, petugas gizi, petugas kesehatan lingkungan, petugas imunisasi, laboratorium dan petugas kebersihan.

READ  Korem 082/CPYJ gelar Vaksinasi Covid - 19 untuk anak-anak KBT

Selain berupaya dengan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga terus mendukung kegiatan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pengetatan PPKM bersandar pada dasar Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 201 9 (Covid-19), Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 1 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), serta Surat Edaran Bupati Mojokerto Nomor 130/71/416-034/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto.

Pemerintah juga akan terus meningkatkan pengawasan, operasi yustisi dan penegakan hukum lainnya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan berkoordinasi bersama POLRI dan TNI. Peran Satgas Covid-19 tingkat kabupaten/kecamatan, kelurahan/desa, pengoptimalan kembali kampung-kampung tangguh, akan ikut memaksimalkan upaya ini.

READ  Begini Cara Danramil 0815/18 Gondang Melepas Anggota Yang Pindah Tugas

Bupati Mojokerto Pungkasiadi selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, berpesan agar semua pihak terus bekerjasama dalam upaya penanggulangan Covid-19. Selain Pemerintah Daerah bersama TNI dan Polri, masyarakat juga diminta untuk taat semua regulasi demi mengatasi pandemi secepatnya.

“Di situasi seperti ini, yang harus kita lakukan adalah terus berupaya, berikhtiar dan berdoa. Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama TNI, Polri, juga masyarakat, harus terus bersinergi agar pandemi ini segera tuntas,” tutur bupati.

Sebagai informasi, data terupdate kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.(Syim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Libur Nataru Pengunjung Objek Wisata Air Panas Padusan Pacet Meningkat

Daerah

Kapolresta Mojokerto Blusukan ke Warga yang Kurang Mampu di Desa Gembongan Salurkan Bansos 

Daerah

Danrem 082/CPYJ dampingi Pangdam tinjau pabrik keramik Arwana 

Daerah

Babinsa Koramil 0815/08 Dawarblandong Sambangi Nenek Pemakan Tanah

Daerah

Kasiter Korem 082/CPYJ Ikuti Sosialisasi Vaksin Covid-19 Secara Virtual

Daerah

Wabup Mojokerto Resmikan Pasar Kedungmaling Sooko,730 Kios Siap Pakek
*Babinsa Tanjungan Koramil 0815/06 Kemlagi Bantu Petani Panen Jagung* Mojokerto, - Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815 Mojokerto, Serda Al-Idrus turun langsung ke sawah mendampingi sekaligus membantu petani memanen jagung di Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (167/09/2019). Menurut Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi, Serda Al-Idrus, kegiatan pendampingan panen jagung varietas Bis-18 berlangsung di lahan seluas 2.000 meter2 atau 0,2 hektar milik Usprani, Anggota Kelompok Tani (Poktan) Sri Tanjung, Dusun/Desa Tanjungan. Masih kata Babinsa, panen jagung yang dilakukan secara manual oleh petani sendiri bersama keluarganya tersebut diprediksikan mencapai 1,76 ton atau dalam satu hektar bisa mencapai 8,8 ton, namun demikian untuk hasil akhirnya belum diketahui karena panen masih berlangsung. Masih di lokasi panen, Usprani, pemilik lahan, sangat senang dengan hadirnya Serda Al-Idrus yang turut membantu panen jagung di lahan miliknya. Dirinya sangat bersyukur, meski kemarau panjang tanaman jagung miliknya bisa dipanen dengan hasil cukup memuaskan. Terpisah Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Arm Edi Sutrisno, mengatakan, pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan tugas tambahan, dan bagian dari upaya khusus ketahanan pangan untuk komoditas padi, jagung dan kedele atau yang populer disebut Pajale. Kehadiran Babinsa di lapangan, lanjutnya, harus memberikan nilai tambah bagi peningkatan produksi pertanian, minimil memotivasi petani agar lebih giat dalam bertani sehingga siklus pangan berlangsung secara berkelanjutan dan kebutuhan pangan di wilayah terpenuhi. “Aktivitas ini (pendampingan) bertujuan untuk membantu petani mewujudkan swasembada pangan khususnya komoditas Pajale di wilayah, sesuai yang diprogramkan pemerintah,” ungkap pria kelahiran Plandaan, Jombang.

Daerah

Babinsa Tanjungan Koramil 0815/06 Kemlagi Bantu Petani Panen Jagung

Daerah

Launching Wisata Paralayang dan Agrowisata Petik Sayur Trawas
?>