Home / Ekonomi

Sabtu, 3 Desember 2022 - 12:11 WIB

Hari Disabilitas Internasional, Birth Beyond Gelar Road Show Baksos

Hari Disabilitas Internasional, Birth Beyond Gelar Road Show Baksos

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM—PT kitoshindo International Biotech menggelar Bhakti sosial dalam rangka memperingati Hari Disabilitas.

 

Kegiatan road show bakti sosial (baksos) di beberapa lokasi di Kota Mojokerto,di antara Gerejak Katolik santo Yosep , Gereja GPIB , Gerejan Beth-el Sabtu (3/12/2022) pagi tersebut juga dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

 

Birth Beyond yang diproduksi dan dimiliki oleh PT Kitoshindo International Biotech ini sengaja menggelar kegiatan baksos dengan melibatkan lintas agama untuk menandingi gerakan-gerakan intoleransi yang belakangan mulai marak dan mengancam persatuan Indonesia.

 

Presiden Direktur PT Kitoshindo International Biotech, Soegianto dalam sambutannya bersyukur diberi kesempatan untuk bisa berbagi bersama. Ia berharap kegiatan ini bisa rutin digelar.

 

“Kami mengharapkan kegiatan ini bisa berjalan rutin dan bisa membantu kondisi negara kita sebagai pembanding gerakan-gerakan intoleransi yang semakin hari semakin marak,” ujarnya di depan penerima Baksos di Gereja GPIB Kota Mojokerto.

READ  Kolaborasi IKAPPI dan BPJSKetenagakerjaan mensosialisasikan manfaat BPJSTK di Desa Parengan Jetis Dongkrak Antusias Warga

 

Soegianto juga berharap, gerakan-gerakan positif dengan saling berbagi itu membuat Mojokerto semakin aman dan nyaman.

 

“Semoga gerakan-gerakan ini membuat Mojokerto semakin aman, semakin nyaman,” pungkasnya.Birth Beyond gelar baksos untuk penyandang Disabilitas

 

Dalam penyalurannya, Birth Beyond menggandeng komunitas Sahabat Sosial Berbagi (SSB) Mojokerto. Dikatakan Ketua Harian SSB,

 

Darmanto Anang Mulyawan, untuk organisasi induk kegiatan baksos ini adalah Sahabat Sosial Berbagi (SSB) yang disupport beberapa donatur, antara lain Birth Beyond, Alumni Satya Wacana, serta donatur perseorangan. Kegiatan baksos ini membagikan 350 paket sembako berupa beras, minyak goreng, teh, gula, biskuit dan mie instan dengan total nilai Rp 40 jutaan. Rinciannya, 200 paket dibagikan kepada kaum disabilitas. Sisanya untuk masyarakat tidak mampu dari berbagai latar belakang agama.

READ  500 Penerima PKH Semarakkan Donor Darah dan Senam Bersama Ning Ita

 

Dalam penyaluran baksos tersebut juga dihadiri lintas agama, seperti dari gereja katholik, Wihara Budayana Mojokerto, Hindu, kelompok Gusdurian, dan Ansor Kota Mojokerto.

 

“Ini kegiatan rutin untuk memperingati jelang Natal dan hari disabilitas Internasional yang bertepatan jatuh pada hari ini,” Imbuhnya.

 

Pada kesempatan ini, Darwanto juga mengaku prihatin dengan orang yang menyuarakan intoleransi. Sehingga ia dan komunitas SSB terpanggil untuk melawan intoleransi dengan gerakan-gerakan toleransi.

 

 

 

 

“Kami dari insan dan muda-mudi Sahabat Sosial Berbagi ini mau melawan, tapi bukan bentuk kekerasan, melainkan dengan cinta kasih, bentuk peduli dan kebajikan. Sehingga berita-berita (kegiatan baksos, red) ini akan melawan berita-berita mereka yang intoleransi. Ini salah satu bentuk perlawanan kami bahwa untuk melawan intoleransi itu dengan toleransi,” ujar Darmanto.

READ  PT Kitoshindo International Gelar Baksos Penyandang Disabilitas

 

SSB merupakan lembaga sosial non profit serta beranggotakan lintas agama yang berdiri tahun 2019. Menurutnya Mojokerto merupakan kota dengan sejarah yang panjang. SSB ingin membangun ekosistem bahwa kerukunan lintas agama ada di kota Mojokerto.

 

“Kalau kita membangun Indonesia itu mulai sederhana, yaitu dengan toleransi,” tegasnya.

 

Sementara itu dikatakan Pity Kifarudin (50) yang mewakili penyandang disabilitas mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan itu sangat berarti bagi penyandang disabilitas di Kota Mojokerto.

 

“Saya mewakili disabilitas sangat terbantu sekali kepada donatur dalam penerimaan sembako ini. Intinya kami memang membutuhkan. Kami juga ikut membagikan secara langsung kepada tuna Daksa maupun Tuna Grahita,” ujar Pity yang juga Ketua Nation Paralympic Committe (NPC) Kota Mojokerto.

 

Pity menyebut ada sekitar 430 orang penyandang disabilitas di Kota Mojokerto. Dari jumlah itu, 300 orang diantaranya terdampak kondisi ekonomi.(Syim)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DKPP Jombang Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Bimtek Perikanan untuk UMKM

Ekonomi

Pj Wali Kota Mojokerto Turun Langsung Tangani Banjir Akibat Hujan Lebat

Ekonomi

Mushola Tanpa Nama di Surabaya Nyaris Ambruk

Ekonomi

Dari Hotel ke Kedai Kopi: Kisah Inspiratif Pasangan yang Sukses Bangun Brand kopikukini!

Ekonomi

Serahkan Pemenang Umroh di Shopping festival, Ning Ita: Kota Mojokerto, Surga Belanja

Ekonomi

Satpol PP Kota Mojokerto Razia PKL Trotoar,Upaya Menuju Ketertiban Umum 

Ekonomi

WARGA MASYARAKAT LOLAWANG TERUS BERKOMITMEN MEMPERJUANGKAN MOU DENGAN PT.SAI HINGGA TUNTAS DAN AMAN

Ekonomi

Penerima Bantuan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TAHUN 2022
?>