Home / SIDOARJO

Jumat, 16 Februari 2024 - 20:06 WIB

Cegah Banjir di Kecamatan Waru dan Taman Kembali Terulang, Tim Gabungan Pemrov Jatim dan Pemkab Sidoarjo Bersihkan Sungai Buntung

SIDOARJO,INDEXBERITA.COM – Melubernya aliran air Sungai Buntung menjadi penyebab banjir di Kecamatan Waru dan Taman beberapa hari lalu. Tumbuhan enceng gondok menjadi biang masalah melubernya aliran air sungai tersebut. Sekitar 5 km aliran Sungai Buntung dipenuhi tumbuhan air itu. Melihat kondisi sungai tersebut tim gabungan Pemrov Jatim dan Pemkab Sidoarjo terjun bersama membersihkan Sungai Buntung.

Mulai kemarin, Kamis (15/2), BPBD Provinsi Jawa Timur dibantu BPBD Sidoarjo serta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Sidoarjo dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan normalisasi sungai Buntung tersebut. Satu unit excavator standart PC 200, satu unit excavator standar PC 75 serta satu unit perahu ponton dinas (PUBM SDA) Sidoarjo dan empat unit dump truck dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo dikerahkan.

READ  Puncak Peringatan HGN Tahun 2023 dan HUT PGRI ke-78, Gus Muhdlor : Guru Ujung Tombak Tercapainya Generasi Emas 2045

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP mengatakan normalisasi sungai Buntung menjadi solusi pencegahan banjir di Kecamatan Waru dan Taman tidak terulang kembali. Tumbuhan enceng gondok yang menutupi aliran sungai Buntung harus dibersihkan. Dengan begitu tidak ada lagi penyumbatan aliran air yang menjadi penyebab melubernya air sungai Buntung kerumah warga.

“Pembersihan sungai ini dilakukan sebagai bagian operasi tanggap darurat terhadap banjir yang terjadi di wilayah Waru dan Taman kemarin, proses penanganan pencegahan banjir ini akan terus dilakukan dan akan selesai dalam jangka waktu satu bulan,”ucapnya.

Bupati H. Ahmad Muhdlor atau yang yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu mengatakan saat ini sudah sepanjang 1,4 km aliran air Sungai Buntung yang telah dibersihkan dari enceng gondok. Kumpulan eceng gondok setinggi setengah meter itu tidak lagi menahan laju aliran sungai. Excavator telah mengurai dan mengangkatnya ke tepian sungai. Nantinya enceng gondok itu juga akan dihancurkan dengan propeller agar tidak hanyut kembali ke sungai.

READ  Peresmian Gedung Klinik BersamaMU: Langkah Baru P4MU dalam Pelayanan Kesehatan Mata di Sidoarjo

“Dari total 5 km aliran air sungai Buntung yang tertutupi eceng gondok, sekitar 1,4 km telah dibersihkan kemarin dengan menggunakan dua unit excavator,”ujarnya.

Gus Muhdlor mengatakan salah satu kendala dalam normalisasi sungai Buntung adalah bantaran sungai tersebut kini sudah menjadi pemukiman dan padat penduduk. Daerah di sekitar sungai sudah banyak dibangun rumah-rumah warga. Hal tersebut menyebabkan alat berat kesulitan mencapainya. Meski begitu akses kebantaran sungai Buntung masih dapat dilakukan dengan menyesuaikan ukuran alat berat.

“Sungai Buntung kini sudah menjadi pemukiman dan padat penduduk sehingga tidak banyak alat berat yang bisa mengakses bantaran sungai Buntung untuk menormalisasinya agar bersih dari sampah,” ucapnya.

Gus Muhdlor mengungkapkan 50 orang terjun dalam operasi gabungan tanggap darurat banjir kemarin. Dua unit excavator amphibi dan satu unit ponton dikerahkan untuk membersihkan enceng gondok disungai Buntung tersebut. Ia pastikan pelaksanaan normalisasi sungai tersebut akan dilakukan secara bertahap.

READ  Bupati Sidoarjo Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kusuma Bangsa : Penghargaan Kepada Pendahulu Bangsa

“Personil kemarin cukup banyak sekitar 50 orang dan akan kita tambah, kemarin juga ada peralatan lain dan normalisasi ini kita lakukan secara bertahap karena ini baru sebagian kecil untuk dapat menembus berkilo-kilo enceng gondok yang menutupi sungai Buntung ini,” ujarnya.

Gus Muhdlor mengatakan sinergi lintas sektor penting dilakukan dalam menangani permasalahan seperti ini. Keterlibatan berbagai pihak dalam langkah mitigasi bencana sangat diperlukan. Seperti halnya pencegahan banjir di puncak musim penghujan kali ini.

“Enceng gondok yang menutupi aliran sungai Buntung ini sudah terlalu banyak sehingga diperlukan operasi gabungan semacam ini, kerjasama yang kuat dalam penanggulan bencana seperti ini memang harus dilakukan oleh seluruh stakeholde,” ucapnya.(IB)

Share :

Baca Juga

SIDOARJO

Cegah Penyebaran Polio, Bupati Gus Muhdlor Gencarkan Sub-PIN Polio
Utama

SIDOARJO

Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sidoarjo, Plt Bupati Sidoarjo Ajak Kepala Sekolah Bangun Sekolah Mandiri

SIDOARJO

Wabup Sidoarjo Minta Kades Gelam Laporkan Warganya Yang Masih Menempati RTLH

SIDOARJO

Wabup Subandi Dukung Beasiswa Pendidikan Anak Yatim di Sidoarjo

SIDOARJO

15 Ribu ASN Sidoarjo Serentak Kerja Bakti Bersama

SIDOARJO

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Gus Muhdlor Akan Naikkan Tiga Puskesmas Jadi Rumah Sakit Tipe D

SIDOARJO

Gus Muhdlor Minta Pelayanan Publik Ditingkatkan, Lebih Humanis, Ramah dan Cepat

SIDOARJO

BPD Harus Aktif Melayani Masyarakat dan Menbangun Sinergi dengan Pemda
500 Internal Server Error

Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator at [email protected] to inform them of the time this error occurred, and the actions you performed just before this error.

More information about this error may be available in the server error log.

?>