Home / Daerah

Selasa, 25 Mei 2021 - 22:24 WIB

Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, mengingatkan agar sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto bisa berjalan seimbang dengan memperhatikan sistem on farm maupun off farm.

Artinya, para petani didorong untuk lebih berdaya dengan memberi nilai tambah aktivitas usaha taninya, baik itu melalui pengolahan produk pertanian maupun melalui berbagai pengembangan usaha berbasis pertanian. Langkah tersebut diharapkan akan membuat petani mampu menjadi pelaku usaha yang lebih kuat ketika berhadapan dengan pasar.

Hal ini dijabarkan langsung oleh Bupati Ikfina Fahmawati dalam acara Pemantapan Kapasitas Stakeholder Bidang Pertanian, Selasa (25/05) siang di Hotel Royal Trawas.

READ  KILAU RAYA 28 Yuk Intip Persiapan Tasya Rosmala di Kilau Raya 28

“Pada sektor pertanian, kita tidak bisa bicara saat pra dan pasca panen saja. Ada on farm dan off farm yang sebenarnya harus kita pikirkan. Maksudnya, saat bertani dan setelahnya. Misal kita menanam jagung. Nah, yang dijual bukan jagung mentah saja, melainkan produk olahan juga. Sektor pertanian ini penting, salah satunya ikut membantu meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui perluasan lapangan kerja,” kata Bupati Ikfina.

Upaya off farm khususnya, akan lebih baik bila disertai dengan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan. Pilihan model usaha yang diberikan juga berhubungan dengan basis komoditas pertanian yang dikelola.

READ  Puncak Peringatan HPN, Wali Kota Mojokerto Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021

Faktor yang paling penting, yakni semua usaha itu dilakukan dalam sebuah wadah berbentuk kelompok agar lebih mudah memantau, mendampingi, dan efisien dalam praktik pelaksanaan.

Teguh Gunarko Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, pada acara ini menerangkan potensi pertanian Kabupaten Mojokerto. Dari luas lahan sawah sejumlah 36.271 ha, ada beberapa catatan menarik terkait capaian pertanian salah satunya pada tanaman padi. Teguh menyebut telah terjadi peningkatan sebesar 37 persen atau tepatnya 16.629 hektar, dibandingkan luas tanam tahun 2019 lalu.

READ  Dandim 0813/Bojonegoro Diganti, Korem 082/CPYJ Laksanakan Verifikasi

Kebutuhan beras pun tercatat mengalami surplus 52.127 ton, dengan produksi sebanyak 179.621 ton, dan kebutuhan konsumsinya sebanyak 127.494 ton. Demikian juga dengan tanaman jagung, yang mengalami kenaikan 20 persen atau seluas 4.512 hektar.

“Kami harap acara pemantapan stakeholder ini, menjadi moment penting dan strategis, untuk mengomunikasikan berkoordinasi tentang pembangunan di bidang pertanian,” kata Teguh dalam laporan sambutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala BPTP Kementan RI di Jatim Catur Hermanto, Perwakilan Produsen Pupuk Petrokimia beserta Distributor, Pengurus KTNA Kabupaten Mojokerto dan pengurus Gapoktan serta para penyuluh pertanian.(Syim/ADV)

 

Share :

Baca Juga

Rapat Anggota Tahunan ke 52 dan Tutup Buku Primkop Kartika Citra Panca Yudha Jaya tahun 2019.

Daerah

Rapat Anggota Tahunan ke 52 dan Tutup Buku Primkop Kartika Citra Panca Yudha Jaya tahun 2019.

Daerah

Bupati Ikfina Perkenalkan Si Mada, Maskot Porprov Ke-8 Milik Kabupaten Mojokerto

Daerah

Koramil 0815/08 Dawar Blandong Siaga Banjir

Daerah

Dampingi Tim Lomba Binter, Danrem 082/CPYJ Semoga Kodim 0811/Tuban Terbaik

Daerah

Mojosari Menjadi Lokasi Pencanangan GPOT Tanam Padi

Daerah

Danrem 082/CPYJ Ikuti Vicon Evaluasi Testing, Tracing 7 Wilayah Aglomerasi

Daerah

Danramil 0815/19 Magersari Pimpin Upacara Di Yayasan Permata

Daerah

DPRD Kota Mojokerto Sampaikan Rekomendasi LKPJ Kepada Ning Ita
?>